Bisnis

Info Seputar Bisnis dan Kerja

20/10/17

Perlukah Kenyamanan Dalam Bekerja?

Perlukah Kenyamanan Dalam Bekerja?_Sore tadi, seorang Supervisor datang menemui saya di kantor saat saya tengah merapikan beberapa file di komputer. Ia merupakan seorang Supervisor senior di perusahaan tempat saya bekerja. Kami pun bersalaman dan ia menanyakan apa kabar saya. Selanjutnya kami pun duduk dan ia pun menyampaikan ihwal kedatangannya. Saya cukup kaget saat ia ternyata menyampaikan permohonan pengunduran diri bekerja atau resign dari perusahaan.

Saya pun bertanya mengenai sebab apa yang membuatnya sampai harus memilih mengundurkan diri dari pekerjaan yang telah ditekuninya selama lebih dari 5 tahun itu. Ia menjawab bahwa saat ini ia merasa sudah sangat tidak nyaman dalam bekerja. Pasalnya, ia merasa selalu dicurigai melakukan penggelapan atau penyimpangan administrasi dan bahkan ada karyawan lain yang telah melaporkannya kepada Owner perusahaan bahwa ia telah melakukan persekongkolan dengan salah satu kasir di cabang perusahaan tempatnya bekerja.

Ia juga bercerita kepada saya bahwa ia sempat bertemu dengan Owner perusahaan dan menyampaikan apa bukti yang mendasari kecurigaan yang ditujukan kepadanya berdasarkan laporan karyawan yang sangat mungkin tidak suka kepadanya. Meski kemudian hal itu berlalu dengan sendirinya tanpa ada bukti, namun sang Supervisor telah merasa bahwa ia tak dipercaya lagi, merasa selalu diawasi dan dicurigai. Ia benar-benar merasa tak nyaman lagi dalam bekerja.

Hal tersebut kemudian mendorongnya untuk mempersiapkan diri mencari pekerjaan baru dan menyatakan mundur dari pekerjaannya yang sekarang. Hasilnya, perusahaan telah kehilangan seorang sumber daya manusia yang sebenarnya memiliki kualitas, potensi dan loyalitas.


Terlepas dari benar tidaknya kecurigaan yang ditujukan terhadap Supervisor tersebut, saya lebih menitik beratkan pada perlakuan terhadap karyawan yang telah membuat ke-tidak-nyaman-an karyawan dalam bekerja. Padahal, rasa nyaman dalam bekerja adalah hal utama yang paling dicari oleh semua karyawan. Gaji yang tinggi bahkan tidak akan pernah bisa menggantikan rasa nyaman. Alhasil, seberapa pun gaji yang diterima, jika seorang karyawan telah merasa tidak lagi nyaman dalam bekerja, maka hanya tinggal menunggu kapan karyawan akan pergi dan mengucapkan selamat tinggal saat ia telah menemukan pekerjaan baru.

Jadi masihkah ada dari kita yang ingin bertanya, perlukah kenyamanan dalam bekerja?. Saya rasa siapapun akan mengatakan bahwa kenyamanan dalam bekerja adalah hal utama. Jika perusahaan tak bisa memberikannya, maka tak akan ada karyawan yang bisa bertahan lama.

Selama saya menjabat sebagai seorang HRD, saya telah menemukan ratusan pelamar kerja. Namun dari sekian ratus pelamar kerja, hanya sekitar 30 % nya yang merupakan orang-orang yang bisa di-hire atau dipekerjakan dengan kualitas baik. Sungguh masih sulit untuk menemukan orang yang tepat untuk posisi yang tepat (the right man on the right place). Namun bagaimana jadinya jika orang-orang yang berpotensi tersebut akhirnya memilih keluar karena merasa tidak nyaman dalam bekerja?.

Tulisan ini kiranya menjadi renungan kita bersama untuk bagaimana bisa lebih menghargai setiap pekerja atau karyawan. Bukankah maju mundurnya perusahaan sangat bergantung kepada karyawannya?. Karena itu, mari perlakukan semua karyawan kita dengan lebih baik dan santun. 

Demikian artikel perlukah kenyamanan dalam bekerja?. Semoga bermanfaat.
By Dias
Back To Top