Bisnise

Info Seputar Bisnis dan Kerja

15/08/16

Hukum Asuransi Menurut Islam

Hukum Asuransi Menurut Agama Islam_Pengertian asuransi adalah jaminan yang idberikan oleh penanggung kepada yan bertanggungjawab untuk resiko kerugian sebagai yang sudah di tetapkan di dalam surat perjanjian bila terjadi suatu hal seperti kerusakan, atau kecelakaan di masa yang akan datang lainnnya. Tertanggung memiliki kewajiban untuk membayarkan premi sebanyak yang sudah di sepakati setiap bulannya tentunya besaran ganti rugi yang nantinya bisa didapati tergantung dari berapa premi yang di berika setiap bulan.
Hukum Asuransi Menurut Islam

A. Asuransi dari Sudut Pandang Islam
Karena di Indonesia merupakan negara dengan jumlah penganut muslim yang banyak, maka tentu secara otomatis banyak yang warga muslim yang terlibat di dalam asuransi entah menjadi pegawai atau nasabahnya. Namun dalam islam terdapat anggapan bahwa asuransi tidak Islami. Karena Allahlah yang menentukan segalanya dan memberikan rezeki kepada makhluknya, sehingga seakan-akan mengingkari rahmat Allah.

Terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai asuransi ini, yaitu :
1. Asuransi Haram
Ada yang berpendapat bahwa asuransi merupakan suatu hal yang hukumnya haram. Mereka beralasan karena asuransi sama dengan judi yang mengandung unsur tidak pasti dan mengandung unsur riba di dalamnya.

Selain itu asuransi juga seperti menjadikan hidup dan mati manusia sebagai objek bisnis, sehingga seakan akan mendahului takdir Allah.

Selengkapnya, silakan baca Hukum Asuransi adalah Haram

2. Asuransi Diperbolehkan
Dalam praktek seperti sekarang ini, ada beberapa ulama yang beranggapan bahwa asuransi di perbolehkan. Alasannya adalah karena tidak ada nash yang melarang asuransi, dan terdapat kesepakatan yang memulai asuransi tersebut diantara kedua belah pihak rela menjalankannya.

Selain itu asuransi juga di golongan mirip seperti koperasi, dan dapat dianalogikan dengan sistem pendiun seperti taspen.

Selengkapnya, silakan baca Alasan Asuransi Diperbolehkan Dalam Islam

3. Asuransi Bersifat Sosial Diperbolehkan Sedangkan yang Komersil Diharamkan
Alasan bahwa asuransi bersifat sosial di perbolehkan dan asuransi komersil di haramkan sebenarnya adalah gabungan dari pendapat yang sudah dituliskan di atas.

Dari beberapa pendapat di atas dapat dilihat bahwa masih menjadi satu hal yang ambigu apakah asuransi di perbolehkan menurut Islam atau tidak.

B. Asuransi Sistem Syariah
Oleh karena ada kebingungan di masyarakat sekarang sudah mulai banyak perusahaan asuransi yang menggunakan sistem syariah agar tidak melanggar norma-norma agama. Dengan sistem yang berbeda dengan sistem mudharabah. Kita bisa melihat takaful berdasarkan syariah di bawah ini :

1. Taakaful Kebakaran
Memberikan perlindungan terhadap harta benda seperti toko, kantor, dan tempat usaha lain yang disebabkan oleh sambaran petir, ledakan gas, kejatuhan pesawat.

2. Takaful Pengangkutan Barang
Memberikan perlindungan terhadap kerugian yang diakibatkan resiko pengiriman barang seperti terkena musibah atau kecelakaan.

3. Takaful Keluarga
Mencakup takaful berencana mengenai pembiayaan berjangka untuk pendidikan, kesehatan, wisata, dan tentu saja umroh.

Sebenarnya asuransi konvensional sama saja dengan asuransi dengan sistem syariah, namun perbedaannya hanya terletak pada pelaksanaannya yaitu bagi hasil pada asuransi yang berlandaskan syariah dan hal tersebut tidak ada dalam asuransi konvensional.

Sekiranya cukup mengenai penjelasan asuransi menurut pandangan Islam. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda.

0 Komentar Hukum Asuransi Menurut Islam

Posting Komentar

Back To Top