Bisnis

Info Seputar Bisnis dan Kerja

29/01/16

Cara Mudah Menanam Kedelai di Sawah

Pertanian Palawija - Cara Menanam Kedelai di Sawah - Kedelai merupakan tanaman palawija, menurut Wikipedia,  palawija (Sanskerta: phaladwija) secara harfiah berarti tanaman kedua. Berdasarkan makna dari bahasa Sanskerta, palawija bermakna hasil kedua, dan merupakan tanaman hasil panen kedua di samping padi. Istilah palawija berkembang di antara para petani di Pulau Jawa untuk menyebut jenis tanaman pertanian selain padi.

Tanaman pertanian yang bisa disebut sebagai palawija seperti jagung, sorghum, kacang hijau, kacang tunggak, kedelai, singkong, kentang, ub,gembili, Wortel, mentimun, Oyong/kacur, kacang panjang,talas.

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Kedelai di Sawah


Cara Menanam Palawija Kedelai dan Kacang Hijau
Cara Memanja dan Muwur Kedelai


Setelah panen padi yang kedua atau jika usai panen padi tanah sawahnya kering, pada umumnya para petani Indonesia menggunakan sawah/ladangnya untuk di tanami palawija. Palawija yang dipilih mayoritas adalah kedelai dan kacang hijau ( kacang ijo ). Ada dua cara praktis yang sering dilakukan petani dalam menanan kedelai.

1. Menanam kedelai dengan cara memanja terlebih dahulu

Cara ini dapat dilakukan jika tanah sawah masih sedikit basah dan gembur. Petani biasanya menanam kedelai bersamaan dengan panen padi. Ada yang dikerjakan sekalian kepada para buruh mbawon padi, ada juga yang dilakukan sendiri oleh petani. Hal ini tepat dilakukan karena jika menunggu hari beikutnya dikawatirkan tanah lungka di sawah sudah kering kerontang dan sulit untuk dipanja.

Panja adalah alat yang digunakan untuk memberi lubang di tanah. Alat ini pada umumnya terbuat dari kayu yang pada ujungnya dibikin agak runcing. Ada juga petani yang menggunakan alu ( alat penumbuk padi/kopi tempo dulu ) sebagai panja. Memanja adalah aktivitas melubangi tanah dengan alat panja.Untuk lebih jelasnya, silakan tonton video manja dan muwur kedelai di bawah ini :



Video Menanam Kedelai

Menanam kedelai dengan cara memanja meliputi kegiatan memanja tanah. Sebaiknya lubang panjaan berada di samping/tepat pangkal pohon padi yang sudah dipanen. Pekerjaan menanam kedelai biasanya dilakukan dengan cara berpasangan, yang satu memanja dan yang satunya lagi menaruh kedelai ke dalam lubang atau yang sering disebut muwur. Ada juga yang menanam kedelai dengan cara rombongan, jadi jumlah pemuwur lebih banyak daripada jumlah pemanja.

Menanam Palawija
Muwur Kedelai

Orang yang memanja dengan lincahnya melubangi di setiap tanah dekat pangkal tanaman padi. Cara berjalan pemanja pun dilakukan dengan jalan mundur seperti halnya tandur/tanam padi pada masa dulu. Konon kabarnya tandur berasal dari bahasa Jawa yakni gabungan dari kata "nata" dan "mundur" menjadi tandur, akan tetapi sekarang mayoritas penanam padi itu "taju" menata tanaman padi dengan cara maju.
Damen Sebagai Pupuk
Menutup Permukaan Sawah dengan Damen

Pupuk Organik
Pembakaran Damen Tanaman Padi untu Pupuk Tanaman Kedelai

Pupuk Organik Gratis
Tanaman Kedelai

Setelah selesai menanam kedelai, hal yang dilakukan adalah menutup semua permukaan sawah dengan batang tanaman padi ( damen ) dan membiarkannya selama 2-3 hari, setelah 2 atau 3 hari maka para petani membakar damen-damen yang sudah menutupi permukaan sawahnya dengan tujuan agar abu damen bisa menjadi pupuk tanaman kedelai. Apakah pembakaran damen tidak membakar kedelai yang sudah ditanam?,, selama pembakaran dilakukan setalh 2 atau 3 hari dari muwur maka kedelai aman-aman saja, perlu diperhatikan juga lubangnya palin tidak cukup dan jangan terlalu dalam ( 5 - 10 cm, sesuaikan dengan keras/keringnya lungka ) Dengan cara pemupukan seperti ini sudah banyak dan sering terbukti panen kedelai begitu memuaskan.

2. Menanam kedelai dengan cara muwur di sela-sela tanah sawah yang kering/tanah lungka

Cara ini dilakukan jika cara menanam kedelai dengan memanja tidak memungkinkan untuk dilakukan karena tanah sawah sudah kering dan keras sehingga panja tidak bisa melubangi tanah lungka dengan hasil yang cukup dalam, jika dipaksakan dipanja dikawatirkan kedelai tidak akan tumbuh karena kekeringan. Nah alternatifnya adalah dengan memasukkan kedelai/muwur di sela-sela tanah lungka, sehingga kedelai yang kita masukkan akan tumbuh karena di dalam sana tanahnya masih mengandung air. Jika tanah masih agak basah sebaiknya lakukan dengan cara memanja saja karena hasilnya jauh lebih baik daripada cara menanam kedelai sistem muwur di sela-sela lungka.

Pemupukkan tanaman kedelai

Tanaman kedelai yang ditanam setelah panen padi tidak begitu memerlukan pupuk buatan karena pupuk sisa-sisa waktu memupuk tanaman padi masih ada, selain itu pemupukkan dengan abu damen pun sudah cukup untuk  menyuburkan tanaman kedelai. Akan tetapi jika memang tanaman terlihat kurang subur silakan tambah pupuknya dengan pupuk kimia seperlunya saja, biasanya untuk sawah dengan luas 100 ubin cukup dengan 10 kg pupuk urea/mes/TS.

Penyemprotan tanaman kedelai

Jika tanaman kedelai terserang hama seperti walang sangit dan jenis hama tanaman kedelai lainnya, sebaiknya kita melakukan penyemprotan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan secara serentak di suatu area persawahan tersebut karena jika penyemprotan antara sawah yang satu dengan lainnya disemprot dengan jarak semprot yang terlalu jauh maka dikawatikan hama tanaman kedelai hanya berpindah ke sawah yang lain.

Sahabat, jika rumput di sawah kita juga tumbuh subur di sela-sela tanaman kedelai sebaiknya dicabuti saja rumput tersebut, akan tetapi pencabutan rumput ini tidak seperti yang kita lakukan sewaktu rumput tumbuh di sela-sela tanaman padi, dalam artian kita bisa cukup mencabuti rumput yang tinggi-tinggi saja. Perawatan tanaman kedelai tidak serumit merawat tanaman padi karena memang ini istilahnya bonus dari pengolahan lahan persawahan.

Demikian sekilas tentang Cara Menamam Kedelai di Sawah, cara ini juga bisa diterapkan sebagai Cara Menanam Kacang Hijau/Ijo di Sawah. Semoga bermanfaat

0 Komentar Cara Mudah Menanam Kedelai di Sawah

Posting Komentar

Back To Top