beralih ke bisnis baru
Published on January 9 2011 in review bisnis
baru beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan saudara jauh saya yang berdagang mebel. Keluarganya memang terkenal sebagai pedagang mebel seperti meja kursi almari dan sejenisnya. tak hanya dirinya, kakaknya, bu denya, pak denya juga ikut ikutan jual mebel karena untung yang menggiurkan.
Namun baru bertemu kemarinlah saya baru tahu bahwa beliau ingiin ganti bisnis . Saya juga heran kenapa kok ganti bisnis. bukankah untung menjual mebel cukup besar. menurut beliau setiap bisnis ada masa jayanya. dulu memang dengan menjual berkakas rumah tangga keluarganya bisa hidup makmur namun sekarang tidak seperti dulu,.. benurut beliau bahwa masa jaya bisnisnya telah lewat dan sekarang kejayaan tersebut beralih ke perdagangan milik budenya yang juga jualan mebel.
Mungkin juga ada benarnya, karena rejeki setiap orang memang berbeda beda dan setiap saat juga berbeda beda. dulu kaya sekarang belum tentu masih kaya, yang dulu miskin bisa saja sekarang atau besok jadi kaya raya . liat aja si tukul yang dulu kerja serabutan dan sering ngutang untuk makan. sekarang malah gajinya lebih besar dari manager bank.
dari sinilah kita perlu selalu berinovasi, mengembangkan bisnis dan siap siap menabung untuk hari depan dikala bisnis kita yang sekarang sudah gak laku lagi. Dari pengalaman jadi orang kaya, saya merasakan bahwa semakin kita banyak uang semakin kita merasa bahwa uang bisa cepat hilang maka wajarlah kalau banyak orangyang sudah kaya semakin ingin tambah uang karena takut jika uangnya nanti habis. sudah punya pabrik satu pingin nambah dua, tuga. sudah punya cabang bisnis pingin menguasai seluruh indonesia. sudah punya bisnis di berbagai bidang pingin jadi orang paling kaya. kalau diturut terus meneus gak ada habisnya kecuali sudah masuk liang lahat.
maka orang yang paling bahagia dari harta adalah bukan orang yang banyak harta tapi orangyang merasa cukup dan mesyukuri hartanya.
Tags: bisnis baru, bisnis mebel, cerita bisnis, fagang mebel, grosir mebel, jualan mebel, kisah inspirasi, menjual barang baru, pabrik mebel, pedagang baru, pedagang mebel, trik jualan
leave your comment